PENGARUH STIMULASI MOTORIK HALUS TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 – 5 TAHUN DI TAMAN KANAK – KANAK PERTIWI TIRIPAN BERBEK NGANJUK

Rahayu Budi Utami

Sari


Pada masa anak prasekolah perkembangan motorik halus sangatlah penting karena motorik halus merupakan aspek dasar anak untuk menuju pada masa sekolah, seperti memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf, angka, dan berhitung. Bila perkembangan motorik halus ini terlambat berbahaya bagi penyesuaian sosial dan pribadi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh stimulasi motorik halus terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4 – 5 tahun di TK Pertiwi Tiripan Berbek Nganjuk. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan pendekatan one group pre test-post test desaign. Dengan menggunakan sampling jenuh dan 20 responden. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah pemberian stimulasi motorik halus, dengan uji Wilcoxon dengan α = 0,05 Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh stimulasi motorik halus terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4 – 5 tahun dengan ρ = 0,025 < α = 0,05. Dengan demikian stimulasi motorik halus dapat merangsang kemampuan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andriani, Dian. (2011). Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak. Jakarta :

Salemba Medika

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka

Cipta

B.E.F, Montotalu. (2011). Bermain dan Permainan Anak. Jakarta : Universitas Terbuka

Cristiana, H, S (2012). Seri Psikologi Perkembangan Anak Sejak Pebuahan Sampai

Dangan Kanak-Kanak Akhir. Jakarta : Perdana Media Group

DepKes RI. (2007). Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini

Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta : Dirjen

Pembinaan Kesehatan Masyarakat.

Donna L. Wong…[et.al]. (2008). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong. Alih bahasa :

Agus Sutarna, Neti. Juniarti, H.Y. Kuncoro. Editor edisi bahasa Indonesia : Egi Komara

Yudha….[et al.]. Edisi 6. Jakarta : EGC

Direktorat Pembinaan TK dan SD. (2010). Pedoman Penilaian di Taman Kanak-Kanak.

Jakarta : Graha Ilmu

Fatmawati, Atih. (2013). Implementasi Playdough dalam Menstimulasi Kemampuan

Motorik Halus. Jakarta : Universitas Pendidikan Indonesia

Hurlock, E.B. (2005). Perkembangan Anak. Jakarta : Erlangga

Hertanto, M. et al. 2009. Penilaian Perkembangan Anak Usia 0-36 Bulan Menggunakan

Metode Capute Scales. Jurnal. Jakarta: Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

Hidayat, Aziz Alimul. (2010). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta: Salemba

Medika

Narendra, M.B. (2005). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Jakarta : Sagung Seto

Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba

Rochayah, Siti. (2012). Meningkatkan Kreativitas Anak melalui MetodeBermain

Plastisin. Cilacap

Riyadi, Sujono. (2009). Asuhan Keperawatn Pada Anak. Yogyakarta : Graha Ilmu

Rachmani, I. (2002). Balita dan Masalah Perkembangannya Seri Ayah Bunda. Jakarta :

Yayasan Aspirasi Pemuda.

Soedjatmiko. (2009). Membentuk Anak Sehat, Tumbuh Kembang Optimal, Kreatif dan

Cerdas Multiple. Jakarta : KOMPAS

Setya, Ningsih. (2013). Peran Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak. Yogyakarta :

Universitas Islam Sunan Kalijaga

Supartini, Yupi. (2004). Pertumbuhan dan Perkembangan Anak. Jakarta : EGC

Suherman (2000). Buku Saku Perkembangan Anak. Jakarta : EGC

Sujiono, Bambang. (2007). Metode Pengembangan Fisik. Jakarta : Universitas Terbuka

Soedjiningsih, dkk. (2013). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC

Sumanto, (2005). Pengembangan Kreativitas Seni Rupa Anak TK,Jakarta: Diretur

Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.