PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP GANGGUAN FUNGSI KOGNITIFPADA LANSIA DENGAN DEMENSIADI UPT PSLU JOMBANG

Lexy Oktora Wilda

Sari


Background. Demensia merupakan sindroma klinis yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan memori sehingga menyebabkan disfungsi dalam kehidupan sehari – hari. senam otak ini sangat diperlukan untuk meningkatkan fungsi kognitif seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap gangguan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia UPT PSLU Jombang di Pare Kediri. Methods.Penelitian ini menggunakan rancangan Pra Exsperimental dengan pendekatan One Group Pre – Post Test Design, dilaksanakan tanggal 1 Maret sampai 31 Maret 2016. Populasi dalam penelitian adalah lansia demensiadi UPT PSLU Jombang yang tinggaldi Pare Kedirisebanyak 29 responden sampel 29 responden, Tehnik sampling yang digunakan adalah Total Sampling, Variabel independent yaitu Senam otak, variable dependent yaitu gangguan fungsi kognitif dengan cara observasi kemudian data dianalisa dengan uji statistic Wilcoxon Signed Ranks dengan taraf signifikasi α = 0,05.Result.Hasil penelitian sebelum diberikan Senam Otak sebagian besar memiliki gangguan fungsi kognitif berat yaitu sebanyak 17 responden (58,6%), setelah diberikan Senam otak sebagian besar memiliki gangguan fungsi kognitif sedang sebanyak 18 responden (62,1%). Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan p value = 0,000 ≤ α = 0,05 sehingga Ha diterima.Conclusion.Ada Pengaruh Senam Otak terhadap Gangguan Fungsi Kognitif pada Lansia Demensia di UPT PSLU Jombang Pare, Kediri. Pemberian senam otak dapat meningkatkan fungsi kognitif pada lansia demensia di UPT PSLU Jombang, Pare Kediri. Sehingga diharapkan petugas panti memberikan senam otak kepada lansia seminggu sekali agar fungsi kognitif lansia meningkat.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anggriyana, dan Atikah. (2010). Senam Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika

Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian. Jakarta:Rineka Cipta.

Anurogo dan Usman. (2014). 45 penyakit dan Gangguan saraf. Yogyakarta: Rapha

Publishing.

Azizah. (2011). Keperawatan lansia. Jakarta:Graha Media.

Bandiyah., Siti. (2009). Usia dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha Medika.

Darmojo dan Boedhi R. 2006. Buku Ajar Geriatri Ilmu Kesehatan Usia Lanjut. Jakarta :

FKUI

Dennison, Paul E, Dennison, Gail E. (2006). Senam Otak (Brain Gym). Jakarta : PT.

Grasindo.

Indra, Suci. (2012). Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Fungsi Intelektual Lansia di

UPT Mappakasunggu ParePare. Fakultas ilmu Keperawatan Universitas Hassanudin

Makassar.

Kusuma, Rose. (2013). Berdamai dengan Alzheimer. Yogyakarta:Katahati.

Lumbantobing. (2008). Neurologi Klinik Pemeriksaan Fisik dan Mental. Jakarta:Mitra

Cendekia Press.

Maryam, S dkk. (2008). Mengenal Usia lanjut Dan Perawatannya. Jakarta: Salemba Medika.

Mickey, dan Patricia. (2006). Buku Ajar Keperawatan Gerontik Edisi 2. Jakarta: EGC.

Nugroho, W.( 2008). Gerontik dan Geriatrik. Jakarta:EGC

Nursalam. 2013. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis. Jakarta :

Salemba Medika

Saryono,( 2010). Kumpulan Instrumen Penelitian Kesehatan. Bantul : Nuha Medika

Setiadi. (2007). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu

Widyanto, Faisalado. (2014). Keperawatan Komunitas Dengan Pendekatan Praktis. Yogyakata: Nuhamedika

Zulistia. (2010). Pengaruh Senam Otak terhadap peningkatan daya ingat lansia di Panti

Werdha Karya Kasih Mongonsidi Medan. Fakultas Keperawatan Universitas Sumatra

Utara.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.