Faktor Lingkungan Biologis, Fisik dan Sosial yang Mempengaruhi Kejadian DBD di Kabupaten Nganjuk Provinsi JawaTimur

Ike Nurrochmawati

Sari


LatarBelakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang ditularkan nyamuk yang membawa virus dengue (DV). DBD endemik di lebih dari 100 negara. Tahun 2015 di Kabupaten Nganjuk kejadian DBD mengalami peningkatan signifikan (286%) dari tahun 2014 dan kema­­tian sebanyak sembilan penderita. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor lingkungan bio­lo­gis, fisik dansosial yang berpengaruh terhadap kejadian DBD di Kabupaten Nganjuk.

 

SubjekdanMetode: Desain penelitian analitik observasional dengan rancangan case control dan teknik sampling fixed disease sampling. Lokasi penelitian di Kabupaten Nganjuk pada Mei dan Juni 2017 dengan sampel 120 orang, kelompok kasus40 anak usia kurang dari 15 tahun. Variabel independen keberadaan tanaman, jentik nyamuk, TPA, pakai­an menggantung, konti­nuitas PSN DBD, dan keaktifan kader juru pemantau jentik (jumantik).Variabel dependen yakni kasus DBD. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi.Analisis data meng­­gunakan regresilogistikganda.

 

Hasil: Jentiknyamuk (OR=7.74; CI 95%=2.13-28.14; p<0.002), TPA (OR=6.44; CI 95%=1.57-26.45; p<0.010), pakaian menggantung (OR=5.08; CI 95%=1.35-19.05; p<0.016), signifikan meningkatkan kejadian DBD. Kontinuitas PSN DBD (OR=0.18; CI 95%=0.05-0.68; p<0.012) dan keaktifan kader jumantik (OR=0.19; CI 95%=0.05- 0.66; p<0.009) menurunkan kejadian DBD dan secara statistik signifikan.

 

Kesimpulan:

Keberadaan tanaman, jenti knyamuk, TPA, pakaian menggantung meningkatkan kejadian DBD, sedangkan kontinuitas PSN DBD dan keaktifan kader jumantik menurunkan kejadian DBD.

 

Kata Kunci: faktor lingkungan, biologis, fisik, PSN, jumantik, demam berdarah dengue, penderita DBD, tetangga penderita DBD.

 


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.